Sabtu, 13 Juli 2013

Syarat Wajib dan Syarat Sahnya Shalat

| Sabtu, 13 Juli 2013 |

Syarat Wajib dan Syarat Sahnya Shalat - Syarat wajib shalat adalah segala sesuatu yang wajib dipenuhi sebelum mengerjakan shalat. 

Syarat wajib shalat adalah sebagai berikut.
a. Beragama Islam, Orang yang bukan Islam tidak diwajibkan salat.

b. Berakal sehat, Orang gila atau orang yang dalam keadaan mabuk tidak diwajibkan salat.

c. Akil balig atau sudah dewasa, Batas laki-laki telah dewasa adalah berusia 15 tahun dan disertai mimpi basah, sedangkan batas perempuan akil balig yaitu telah mencapai usia 9 tahun atau ditandai dengan keluarnya haid.

Syarat sah shalat, yaitu segala sesuatu yang harus dipenuhi dan disempurnakan sebelum mengerjakan shalat. Syarat sah shalat itu terdiri atas hal-hal berikut.

a. Suci dari hadas besar dan hadas kecil. Menghilangkan hadas besar yaitu dengan mandi dan menghilangkan hadas kecil, yaitu dengan wudhu, sesuai hadis riwayat Abu Hurairah r.a. dari Rasulullah Saw., beliau bersabda: “Shalat salah seorang di antara kalian tidak akan diterima apabila ia berhadas hingga ia berwudu” (Shahih Muslim No.330).

Suci dari hadas besar dan hadas kecil membuat tubuh kita bersih. Ingatlah bahwa kebersihan adalah pangkal kesehatan. Tubuh yang bersih membuat kita lebih sehat dan bugar.

b. Suci badan, pakaian, dan tempat dari najis.

c. Menutup aurat. Aurat laki-laki antara pusar dan lutut, sedangkan aurat perempuan seluruh badannya, kecuali muka dan telapak tangan.

d. Sudah tiba waktu shalat.

e. Menghadap ke kiblat

Readmore..

Bacaan dan Gerakan dalam Shalat

| |

Bacaan dan Gerakan dalam Shalat - Nah, sekarang kita akan mempraktikkan shalat.Apakah anda sudah hafal bacaan dan gerakan shalat? Ayo, perhatikan bacaan dan gerakan salat berikut. Ingat, salat itu harus dilakukan dengan khusyuk, tertib, dan tuma’ninah. Selain itu, bacaan dan gerakannya pun harus dilakukan dengan baik.

1. Niat Shalat

Gerakan yang pertama, yaitu berdiri menghadap kiblat dan mengucapkan niat mengerjakan shalat. Niat shalat disesuaikan menurut salat yang akan dikerjakan. Niat shalat itu diucapkan di dalam hati.

2. Takbiratul Ihram

Takbiratul ihram dilakukan dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga sambil mengucapkan "Allahu Akbar = Allah Maha Besar".

3. Membaca Doa Iftitah

Setelah takbiratul ihram, kedua tangan diletakkan di antara pusat dan dada, dengan tangan kanan di atas punggung tangan kiri. Kemudian membaca doa iftitah. Perhatikan doa iftitah berikut.

"Allahu akbaru kabira wal wamdu lillahi katsira wa subhanallahi
bukrataw waasyila. Inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatarassamawati wal arda hanifam
muslimaw wama ana minal musyrikin. Inna salati wanusuki wa mahyaya wa mamati lillahirabbil ‘alamin. La syarika lahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimina."


Artinya : "Allah Maha Besar lagi sempurna kebesarannya, segala puji bagi Allah dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore. Ku hadapkan muka dan hatiku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan berserah diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah karena Allah, Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya, demikianlah aku diperintah dan aku termasuk golongan orang-orang muslim."

4. Membaca Surah Al-Fatihah

Setelah membaca doa iftitah, kemudian diteruskan membaca Al-Qur‘an surah al-Fatihah.

Setelah membaca surah al-Fatihah dalam rakaat pertama dan kedua, disunahkan membaca surah atau ayat Al-Qur‘an. Sebelum memahami dan mengerti tentang surah atau ayat yang panjang dalam Al-Qur‘an, sebaiknya kamu membaca surah atau ayat yang pendek, seperti surah al-Kafirun, al-Ikhlas, al-Asr, an-Nasr, dan sebagainya.

5. Rukuk

Setelah selesai membaca surah al-Fatihah dan surah atau ayat Al-Qur’an, kemudian mengangkat kedua tangan sejajar telinga sambil membaca Allahu akbar. Kemudian kedua tangan memegang lutut sambil ditekankan hingga antara punggung dan kepala sejajar. Setelah sempurna rukuknya, lalu membaca tasbih tiga kali. Perhatikan bacaan tasbih berikut ini.

"Subhana rabbiyal ‘azimi wabihamdih 3x = Mahasuci Allah Yang Maha Agung dan Memujilah Aku kepada-Nya"

6. Iktidal

Setelah rukuk, kemudian bangkit tegak dengan mengangkat kedua tangan sejajar telinga sambil membaca bacaan berikut.

"Sami’allahu liman hamidah" = Allah Mendengar orang-orang yang memuji-Nya

Kemudian saat berdiri tegak dilanjutkan membaca doa iktidal, seperti berikut ini.

"Rabbana lakal hamdu mil’us samawati wa mil
‘ulardi wa mil ‘umasyi’ta min syai’in ba’du." = Wahai Tuhan kami hanya untuk-Mu lah segala puji sepenuh lagit dan Bumi dan sepenuh barang yang Engkau kehendaki sesudahnya.

7. Sujud

gerakan iktidal Setelah iktidal, diteruskan sujud dengan meletakkan dahi pada tempat sujud sambil membaca doa sujud seperti berikut ini.

"Subhana rabbiyal a‘la wa bihamdih" = Mahasuci Allah yang Maha Tinggi dan Memujilah aku Kepada-Nya

8.Duduk di Antara Dua Sujud

Setelah sujud pertama kemudian duduk di antara dua sujud sambil membaca doa sebagai berikut.
"Rabbighfirli warhamni wajburni warfa’ni warzuqni
wahdini wa’afini wa’fu ‘anni" = Ya Tuhanku, Ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupkanlah (kekurangan) ku, andkatlah derajatku, beri aku rezeki, beri aku petunjuk, berikanlah aku kesehatan dan maafkanlah kesalahanku"

9. Tasyahhud

Tasyahhud ada dua, yaitu tasyahhud awal dan tasyahhud akhir. Ketika tasyahhud awal, kamu harus membaca doa seperti berikut.

"Attahiyyatul mubarakaatus salawatut tayyibatu lillah. Assalamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullahi wabarakatuh. Assalamu ‘alaina wa ‘ala ‘ibadillahis salihin. Asyhadu alla ilaha illallah. Wa asyhadu anna muhammadar rasulullah. Allahumma salli ‘ala sayyidina muhammad" artinya : Segala kehortmatan, keberkahan, rahmat dan kebaikan adalah milik Allah. semoga keselamatan, rahmat dan berkah-Nya tetap tercurahkan atas-Mu, wahai Nabi. Semoga keselamatan (tetap terlimpahkan) atas kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Limpahkan rahmat kepada penghulu kami Nabi Muhammad.

Ketika tasyahhud akhir, bacaannya adalah sama dengan bacaan tasyahhud awal, tetapi ditambah dengan bacaan seperti berikut.

"Kama sallaita ‘ala sayyidina ibrahim wa ‘ala ali sayyidina ibrahim. Wa barik ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala ali sayyidina Muhammad Kama barakta ‘ala sayyidina ibrahim wa ‘ala ali sayyidina ibrahim Fil ‘alamina innaka hamidum majid" Artinya : sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat kepada penghulu kami Nabi Ibrahim dan Keluarganya dan limpahkanlah berlah kepada penghulu kami Nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau limpahkan berkah kepada penghulu kami Nabi Ibrahim dan keluarganya. sesungguhnya di alam semesta ini Engkau maha terpuji lagi maha mulia, wahai Zat yang menggerakkan hati tetapkanlah hatiku pada agama-Mu.


10. Salam

Setelah selesai bacaan tasyahhud akhir, kemudian mengucapkan salam dengan menoleh ke sebelah kanan dan sebelah kiri sambil membaca bacaan salam seperti berikut

"Assalamu ‘alaikum warahmatullahi"

Setelah gerakan salam maka selesailah shalat kita dan sempurnalah Bacaan dan Gerakan dalam Shalat . Setelah shalat kita berdoa dan berzikir kepada Allah.

Readmore..

Pengertian, Penjelasan dan Tata Cara Wudhu

| |

Pengertian, Penjelasan dan Tata Cara Wudhu - Wudhu menurut bahasa artinya bersih dan indah,sedang menurut syara’ (istilah) membersihkan anggota wudhu dari hadats kecil. Orang yang hendak melaksanakan shalat,wajib dahulu berwudhu,karena wudhu adalah syarat sahnya shalat dan harus memperhatikan Hukum-hukum islam juga.

1. Fardhu wudhu

Fardhunya wudhu (hal-hal yang wajib dalam berwudhu) ada enam perkara :

a. Niat : ketika membasuh muka

b. Membasuh seluruh wajah

c. Membasuh kedua tangan sampai siku

d. Mengusap sebagian rambut kepala

e. Membasuh kedua belah kaki sampai mata kaki

f. Tertib (berurutan)

2. Syarat-syarat wudhu

a. Islam

b. Tamyiz, yaitu dapat membedakan baik dan buruknya suatu perbuatan

c. Tidak berhadats besar

d. Dengan air suci lagi mensucikan

e. Tidak ada sesuatu yang menghalangi air,sampai keanggota wudhu.misalnya,getah,cat,dan sebagainya

f. Mengetahui mana yang wajib dan yang sunnah

3. Sunnah – sunnah wudhu

a. Membaca basmalah pada permulaan wudhu

b. Membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan

c. Berkumur-kumur

d. Membasuh lubang hidung sebelum berniat

e. Menyapu seluruh kepala dengan air

f. Mendahulukan anggota kanan dari pada yang kiri

g. Menyapu kedua telinga,luar dan dalam

h. Membasuh anggota wudhu sebanyak 3 kali

i. Menyela-nyela jari tangan dan kaki saat wudhu

j. Membaca do’a sesudah wudhu

4. Hal yang membatalkan wudhu

a. Keluar sesuatu dari qubul dan dubur,seperti buang air kecil maupun besar,kentut dan sebagainya

b. Hilang akal sebab gila,pingsan,mabuk,dan tidur nyenyak

c. Bersentuhan antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya (keluarga yang tidak boleh dinikahi) dengan tidak memakai tutup

d. Tersentuh kemaluan (qubul dan dubur) dengan telapak tangan atau jari-jarinya yang tidak memakai tutup (walaupun kemaluannya sendiri)

5. Tata cara berwudhu

Orang yang hendak mengerjakan shalat wajib lebih dahulu berwudhu,karena wudhu adalah syarat sahnya shalat.

Sebelum berwudhu kita harus membersihkan dahulu najis-najis yang ada pada badan,jika ada. ini disebut juga Thaharah

Cara mengerjakan wudhu ialah :

a. Membaca “BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM”. Sambil mencuci kedua telapak tangan sampai pergelangan dengan bersih,sebaiknya tiga kali.

b. Berkumur-kumur sebnyak tiga kali,sambil membersihkan gigi.

c. Mencuci lubang hidung tiga kali

d. Mencuci wajah tiga kali,sambil membaca niat wudhu (lihat point nomor 2)

e. Mencuci kedua belah tangan sampai siku-siku tiga kali

f. Menyapu rambut kepala tiga kali dari depan kebelakang

g. Menyapu atau membersihkan kedua telinga sebanyak tiga kali dengan air

h. Mencuci kedua telapak kaki hingga mata kaki tiga kali

“cat : tertib,artinya kerjakan cara diatas secara berurutan dari a hingga h”.

6. Do’a sesudah wudhu

“asyhadu alla ilaha illallah wahdahu lasyarikalah,wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh,allahummaj’alnii minat tawwabina waj’alni minal mutatahhirin waj’alni min ibadikash shalihin”.

Artinya : “aku bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah yang tunggal,tiada sekutu bagi-Nya,dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya,ya Allah jadikanlah aku orang-orang yang ahli taubat,dan jadikanlah aku orang yang suci dan jadikan lah aku orang dari golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.

Readmore..

Pengertian Shalat

| |

Pengertian Shalat - Shalat menurut bahasa Arab adalah do’a, sedangkan menurut istilah syara’ yaitu rangkaian ibadah yang tersusun dari beberapa perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam, serta memenuhi beberapa syarat yang ditentukan. Shalat itu hukumnya fardu a’in yang harus dikerjakan lima waktu dalam sehari semalam. Shalat fardu harus kita kerjakan walau dalam keadaan apapun. Jika sedang sakit dan tidak mampu melaksanakan shalat sambil berdiri, kita dapat melaksanakannya sambil duduk. Jika duduk pun juga tidak mampu, kita dapat melaksanakannya sambil berbaring. Allah Swt. berfirman dalam surah al-Ankabut ayat 45 yang artinya :

“Dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar”. (Al-Qur’an surah Al-Ankabut29: 45)
Waktu Shalat

Allah telah memerintahkan kepada kita untuk shalat lima waktu sehari
semalam dan waktunya masing-masing telah ditetapkan. Allah Swt.
berfirman:

“Sungguh, shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya kepada orang-orang yang beriman”. (Al-Qur’an surah an-Nisa
4:103)

Adapun waktu shalat yang telah ditetapkan, yaitu sebagai berikut.

a. Waktu shalat Subuh, yaitu mulai terbit fajar hingga terbit matahari.

b. Waktu shalat Zuhur, yaitu mulai matahari condong ke arah barat sampai
datangnya waktu Asar.

c. Waktu shalat Asar, yaitu mulai dari habis waktu salat Zuhur sampai
terbenamnya matahari di arah barat.

d. Waktu shalat Magrib, yaitu dari mulai terbenam matahari hingga hilangnya
mega merah pada waktu senja.

e. Waktu shalat Isya, yaitu mulai habis waktu salat Magrib hingga terbit
fajar.

Jumlah Raka'at Shalat

Jumlah rakaat tiap-tiap shalat, yaitu sebagai berikut.

a. Shalat Subuh jumlah rakaatnya yaitu 2 rakaat.

b. Shalat Zuhur jumlah rakaatnya yaitu 4 rakaat.

c. Shalat Asar jumlah rakaatnya yaitu 4 rakaat.

d. Shalat Magrib jumlah rakaatnya yaitu 3 rakaat.

e. Shalat Isya jumlah rakaatnya yaitu 4 rakaat.

Readmore..
 
© Copyright 2013 Panduan Shalat Lengkap